POLA JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Kementerian Ekonomi Kreatif bersinergi untuk mengakselerasi kemampuan para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) agar mampu bersaing di kancah global melalui penguasaan teknologi. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan peningkatan kapasitas SDM bertajuk "Naik Kelas Go Digital" yang digelar di Hotel Aston Tropicana, Rabu 13 Mei 2026.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf, Adi Mukhtar Rivai, menegaskan bahwa sektor kreatif kini menempati posisi vital dalam struktur ekonomi Indonesia.
Ekraf bukan lagi sekadar industri sampingan, melainkan pilar strategis yang berkontribusi nyata pada lapangan kerja dan penguatan budaya.
“Ekonomi kreatif sekarang bukan lagi dianggap sektor pelengkap. Ini sudah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah,” kata Adi.
Jawa Barat tercatat sebagai salah satu wilayah dengan investasi ekraf tertinggi, dan Kota Bandung menjadi ujung tombaknya.
Adi menilai potensi Bandung kini kian meluas, melampaui sektor konvensional seperti kuliner dan mode.
“Bandung sudah dikenal sebagai pusat kreativitas nasional. Sekarang bukan hanya fashion dan kuliner, tetapi juga konten digitalnya mulai melesat,” ujarnya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan pandangan mendalam mengenai peta persaingan modern.
Menurutnya, kesuksesan di era digital tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya, melainkan pada ketajaman strategi dan efisiensi kerja.