POLA JABAR – Kota Bandung resmi ditetapkan sebagai salah satu pelopor pelaksanaan gerakan nasional Jumat Bersih. Gerakan ini digagas pemerintah sebagai tindak lanjut langsung dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan visi Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Pencanangan gerakan ini berlangsung di SMP Negeri 70 Bandung pada Jumat, 6 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq serta Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, menjelaskan bahwa Jumat Bersih adalah upaya menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa. Menurutnya, sekolah adalah tempat terbaik untuk membentuk pembiasaan karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

“Ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi membangun kesadaran anak-anak kita agar peduli lingkungan. Presiden mengingatkan bahwa Indonesia sedang mengalami darurat sampah. Dari 142 ribu ton sampah nasional per hari, baru sekitar 24 persen yang berhasil terolah,” tegas Fajar.

Fajar menekankan pentingnya peran sekolah dalam mengedukasi siswa untuk memilah sampah organik dan non-organik, mengurangi plastik sekali pakai, serta membiasakan membawa botol minum (tumbler) dari rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen juga memberikan apresiasi khusus terhadap inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui program Pager Bersih (Pelajar Bergerak Bersih-bersih). Program ini dinilai sebagai langkah kreatif yang efektif melibatkan pelajar secara aktif dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa instruksi Presiden terkait penanganan sampah akan melibatkan seluruh elemen, mulai dari TNI, Polri, hingga para pelajar.

“Gerakan Jumat Bersih di Bandung kami terjemahkan dalam program Pager Bersih. Ini bukan kegiatan seremonial semata, melainkan bagian dari sistem besar penanganan sampah yang sedang kami bangun,” ujar Farhan.

Farhan juga menyoroti pentingnya pengelolaan food waste (sampah makanan), terutama dari program makan bergizi di sekolah. Tujuannya agar sampah organik tersebut bisa dikelola langsung di tempat dan tidak membebani pusat pengolahan sampah kota.