POLA JABAR - Pada Jumat, 24 Oktober 2025, diadakan kegiatan Simposium UNESCO Creative Cities Network (UCCN) City Of Desain Subnetwork, di Gedung CADL (Center of Art, Design, Language) ITB, Jalan Ganeca.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan terus berupaya untuk bisa menyeimbangkan antara pembangunan dan perkembangan ide-ide kreatif.

“Sejak tahun 2013, Bandung menyadari potensinya di sektor ekonomi kreatif dan terus memperkuat perannya sebagai pusat kreativitas nasional,” kata Farhan.

Farhan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, baik akademisi, komunitas, maupun pelaku industri kreatif, yang telah menjaga Bandung tetap menjadi jantung kreativitas Indonesia.

“Banyak kota lain di Indonesia juga punya kekuatan luar biasa seperti Medan, Aceh, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, dan Bali. Tapi Bandung punya ciri khas tersendiri yaitu kolaborasi,” katanya.

Dirinya menilai jika kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan pikiran, memperluas kolaborasi, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam sektor kreatif dan desain.

“Event-event kreatif di Bandung bukan sekadar hiburan. Itu adalah wadah di mana ide dan kreativitas bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Farhan.

“Kreativitas bukan semata komoditas komersial. Esensi kreativitas adalah ruang kebebasan dan kolaborasi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Banung Grahita menjelaskan, sejak tahun 2015 Bandung resmi bergabung dengan UCCN sebagai City of Design.