POLA JABAR – Menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Barat, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Dalam apel pagi yang digelar di Plaza Balai Kota, Farhan menggarisbawahi pentingnya kesiapan matang guna meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi.
Dalam arahannya, Farhan menekankan bahwa fenomena perubahan iklim adalah realitas global yang menuntut perencanaan strategis, bukan retorika saling menyalahkan antarpihak atau faktor alam.
“Kita tidak boleh menyalahkan cuaca. Kita harus menyalahkan diri sendiri apabila tidak mampu mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut,” tegasnya di hadapan para aparatur sipil negara (ASN).
Refleksi dari Wilayah Tetangga dan Isu Lingkungan Utara Farhan juga mengajak jajarannya untuk memetik pelajaran dari insiden bencana yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Baginya, peristiwa tersebut adalah alarm bagi Pemkot Bandung untuk lebih proaktif dalam melakukan mitigasi bencana yang komprehensif.
Secara khusus, perhatian tertuju pada degradasi lingkungan di kawasan utara Bandung. Berkurangnya luasan tutupan hutan dari sektor barat hingga timur dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya kerentanan terhadap ancaman banjir dan tanah longsor. Kondisi ini menuntut penanganan yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis.
Standardisasi Respons Cepat dan Kolaborasi Lintas Sektor Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota memberikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Sosial, BPBD, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskar PB) Kota Bandung. Ketiga instansi tersebut dinilai menunjukkan dedikasi tinggi dalam merespons kondisi darurat secara efektif.
Meski demikian, Farhan mengingatkan agar performa tersebut konsisten dan menjadi budaya kerja yang standar. “Gerak cepat ini harus menjadi standar. Jangan menunggu viral atau sorotan publik baru kita bergerak,” ujarnya dengan lugas.
Menutup arahannya, Farhan menegaskan bahwa keberhasilan penanganan cuaca ekstrem sangat bergantung pada integrasi lintas sektor.