POLA JABAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam memodernisasi perencanaan wilayah melalui inovasi digital. Langkah terbaru yang diambil adalah memperkuat sistem berbasis data geospasial guna menciptakan tata ruang kota yang lebih terukur dan akurat.

Pilar utama dalam transformasi ini adalah pengembangan platform Bandung Smart Map (BSM) Pro. Proyek strategis ini dikelola oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang (Diciptabintar) Kota Bandung sebagai bagian dari evolusi teknologi pelayanan publik.

Kepala Bidang Tata Ruang Diciptabintar, Deni Pathudin, mengungkapkan bahwa perjalanan sistem geospasial di Bandung telah dimulai sejak tahun 2017.

BSM Pro merupakan versi tercanggih yang lahir dari penyempurnaan sistem BSM dan BSM Plus sebelumnya. Kini, sistem tersebut hadir lebih komprehensif untuk melayani kebutuhan data spasial yang terintegrasi.

Dalam sebuah sesi bincang-bincang di Radio Sonata pada Kamis, 16 April 2026, Deni menjelaskan fungsi utama dari platform ini.

“BSM Pro dirancang untuk mempermudah akses informasi spasial, mulai dari zonasi wilayah hingga potensi lahan,” ujarnya.

Kehadiran BSM Pro bukan hanya konsumsi internal pemerintah, melainkan sumber informasi krusial bagi publik.

Bagi calon investor, platform ini menjadi alat bantu untuk menganalisis kesesuaian lahan dengan rencana tata ruang sebelum menanamkan modal.

Selain itu, masyarakat umum dapat memanfaatkan data tersebut untuk berbagai keperluan praktis, seperti memverifikasi zonasi tempat tinggal yang berkaitan dengan sistem zonasi pendidikan bagi anak-anak mereka.