POLA JABAR – Genap satu tahun pelaksanaan Program Bandung Utama, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini dirancang selaras dengan visi Jabar Istimewa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta mendukung arah kebijakan nasional melalui Asta Cita Pemerintah Pusat RI.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa momentum satu tahun Bandung Utama menjadi titik konsolidasi sekaligus percepatan realisasi berbagai program prioritas.

“Bandung Utama bukan sekadar slogan, tetapi gerakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Selama satu tahun ini, kami memastikan setiap program berdampak konkret,” ujar Farhan.

Revolusi Gizi dan Kesehatan Masyarakat

Di sektor kesehatan, implementasi kebijakan berjalan sangat masif. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah diperluas jangkauannya. Tidak hanya bagi siswa sekolah, distribusi makanan bergizi juga menyasar ibu hamil dan menyusui di seluruh wilayah kota guna menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi kelompok rentan.

Selain itu, Pemkot Bandung meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar. Program yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di SMP Negeri 5 Kota Bandung ini menjadi langkah preventif vital untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan siswa.

Langkah-langkah ini secara langsung memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif, sejalan dengan misi peningkatan kualitas SDM dalam Asta Cita.

Ekonomi Rakyat: 151 Koperasi Kelurahan Merah Putih

Dalam mendukung ekonomi berbasis kerakyatan, Pemkot Bandung telah meluncurkan 151 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.