POLA JABAR - Di jantung kuliner Vietnam Tengah, khususnya kota pesisir Da Nang, terdapat sebuah hidangan street food yang tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga membawa serta filosofi mendalam mengenai alam dan keseimbangan: Banh Xeo. Secara harfiah, "Banh Xeo" berarti "kue mendesis", dinamai berdasarkan suara sizzle nyaring yang dihasilkan ketika adonan dituang ke dalam wajan panas beroles minyak. 

Hidangan ini adalah sejenis pancake tipis yang terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan kunyit (yang memberikan warna kuning cerah seperti matahari), kemudian diisi dengan tauge, udang segar, irisan daging babi, dan bawang. 

Yang membedakan Banh Xeo Da Nang dari varian daerah lain (misalnya, Banh Xeo Saigon) adalah ukurannya yang seringkali lebih kecil, lebih tebal, dan yang paling utama, tingkat kerenyahannya yang ekstrem. 

Konsistensi adonan yang tipis dan teknik memasak yang cepat menjamin pancake ini tetap ringan, crispy, dan tidak berminyak, menjadikannya kanvas sempurna untuk mengisi perut sekaligus memuaskan indra perasa.

Filosofi Banh Xeo terletak pada keseimbangan rasa dan tekstur yang merupakan inti dari masakan Vietnam. Hidangan ini adalah perpaduan sempurna dari lima elemen rasa utama: asin (dari kecap ikan), manis (dari udang dan sayuran), asam (dari saus cocolan), pedas (dari cabai), dan pahit (dari daun-daunan segar atau rempah tertentu). Ketika menyantap Banh Xeo, prosesnya sendiri adalah ritual budaya: sepotong kecil pancake yang renyah diambil, diletakkan di atas selembar daun sawi atau selada besar, ditambahkan berbagai jenis sayuran herbal segar (fresh herbs) seperti mint, daun perilla, dan kemangi, lalu digulung erat membentuk spring roll mini. Gulungan ini kemudian dicelupkan ke dalam Nước Chấm, saus cocolan khas Vietnam berbahan dasar kecap ikan, gula, cabai, dan air jeruk nipis. 

Tindakan menggulung dan mencocol ini memastikan bahwa setiap gigitan menghadirkan pengalaman sensorik yang lengkap: kerenyahan pancake, kesegaran sayuran, kehangatan isian, dan zing rasa umami-asam-manis dari saus. Inilah representasi nyata dari filosofi Yin dan Yang dalam kuliner: panas melawan dingin, renyah melawan lembut, dan kaya rasa melawan ringan.

Lebih lanjut, Banh Xeo Da Nang mencerminkan kekayaan hasil laut dan pertanian di wilayah Vietnam Tengah. Isian utamanya, yaitu udang segar, adalah hasil tangkapan lokal yang melimpah, sementara sayuran herbal yang digunakan untuk gulungan seringkali dipetik langsung dari kebun lokal. 

Hal ini menekankan konsep sourcing lokal dan musiman yang menjadi ciri khas National Geographic Traveller. Kunyit, yang memberikan warna khas, juga dikenal memiliki manfaat kesehatan, menambahkan dimensi nutrisi pada hidangan yang lezat. Penyajiannya yang sering menggunakan alat masak dan tungku tradisional di pinggir jalan menambah nilai autentisitas dan daya tarik bagi wisatawan. 

Dengan segala kerumitannya dalam penyajian namun kesederhanaan dalam rasa, Banh Xeo bukan hanya hidangan; ia adalah ekspresi identitas kuliner Da Nang, sebuah cerita yang disajikan di atas piring, mengundang setiap penikmat untuk merayakan kekayaan alam dan tradisi lokal Vietnam.***