POLA JABAR - Bagi para pencinta kuliner laut (seafood), udang adalah primadona yang sulit ditolak. Namun, tahukah Anda bahwa "keluarga" besar krustasea ini terbagi menjadi dua kubu besar berdasarkan habitatnya? Udang air tawar dan udang laut tidak hanya berbeda tempat tinggal, tetapi juga memiliki karakteristik fisik, rasa, hingga profil nutrisi yang kontras.

Mengutip data dari Britannica, terdapat lebih dari 2.000 spesies udang di seluruh dunia. Sebagian besar mendiami lautan luas, sementara sisanya tersebar di sungai, danau, hingga rawa-rawa. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai perbedaan keduanya agar Anda tidak lagi salah pilih saat berbelanja.

Perbedaan Anatomi yang Jarang Disadari

Sekilas, semua udang tampak serupa. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, ada perbedaan struktural yang mencolok. Udang laut (seperti udang Vaname atau Windu) termasuk dalam subordo yang memiliki struktur tubuh di mana segmen perut pertama menutupi segmen kedua.

Sebaliknya, pada udang air tawar (seperti Udang Galah), segmen-segmen tubuhnya cenderung saling tumpang tindih dengan cara yang unik: segmen kedua menutupi segmen pertama dan ketiga. Hal ini membuat udang air tawar tidak bisa membengkokkan tubuhnya sedalam udang laut. Selain itu, udang air tawar biasanya memiliki capit yang lebih panjang dan kaki yang lebih menonjol dibandingkan kerabat lautnya.

Pertarungan Rasa dan Tekstur

Di dunia kuliner, perbedaan habitat ini menciptakan profil rasa yang sangat spesifik:

  1. Udang Laut: Karena hidup di lingkungan dengan salinitas (kadar garam) tinggi, udang laut memiliki rasa gurih alami yang lebih pekat dan sedikit manis. Teksturnya cenderung lebih padat, kenyal, dan crunchy saat digigit. Hal ini disebabkan oleh adaptasi otot mereka terhadap tekanan air laut.

    Udang Air Tawar: Memiliki rasa yang lebih ringan (mild) dan cenderung "bersih". Beberapa orang menyebut ada sedikit sensasi rasa tanah (earthy) jika udang tersebut berasal dari sungai berlumpur. Tekstur dagingnya biasanya lebih lembut dan tidak sepadat udang laut, sehingga lebih cepat hancur jika dimasak terlalu lama.