POLA JABAR - Bagi para pencinta makanan laut, kepiting selalu menjadi primadona di meja makan. Tekstur dagingnya yang lembut dan rasa manis alaminya sulit untuk ditolak. Namun, dibalik kelezatannya, sering muncul kekhawatiran klasik: "Apakah makan kepiting bikin kolesterol melonjak?"

Isu mengenai kolesterol pada kepiting sering kali membuat banyak orang ragu untuk mengkonsumsinya. Mengutip data kesehatan dari Healthline, mari kita bedah secara mendalam bagaimana sebenarnya profil nutrisi kepiting dan dampaknya terhadap kesehatan jantung Anda.

Benarkah Kepiting Tinggi Kolesterol?

Secara teknis, kepiting memang mengandung kolesterol. Dalam sekitar 100 gram daging kepiting matang, terdapat sekitar 50 hingga 100 miligram kolesterol, tergantung pada jenis kepitingnya (seperti kepiting bakau atau kepiting biru).

Angka ini mungkin terlihat signifikan, namun ada satu hal penting yang sering terlupakan. Penelitian kesehatan modern menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan (dietary cholesterol) tidak selalu memiliki pengaruh besar terhadap kenaikan kolesterol darah pada sebagian besar orang, jika dibandingkan dengan lemak jenuh atau lemak trans.

Sisi Baik Kepiting: Rendah Lemak Jenuh dan Kaya Omega-3

Berbeda dengan daging merah yang kaya akan lemak jenuh, kepiting justru merupakan sumber protein yang sangat rendah lemak. Menariknya, kepiting mengandung asam lemak omega-3 yang justru berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Selain itu, kepiting juga kaya akan nutrisi penting seperti: