POLA JABAR - Banyak orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan langsung mencoret pasta, terutama spageti, dari daftar menu harian mereka. Alasannya klasik: karbohidrat dianggap sebagai musuh utama yang memicu tumpukan lemak. Namun, benarkah spageti seburuk itu bagi timbangan Anda?

Kabar baiknya, penelitian terbaru justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Melansir dari laman kesehatan Medical News Today, pasta sebenarnya bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Bahkan, spageti memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan roti putih atau nasi putih.

Alasan Spageti Bisa Mendukung Diet

Salah satu kunci mengapa spageti aman untuk diet adalah struktur karbohidratnya. Karena proses pembuatannya, spageti memiliki indeks glikemik (IG) yang moderat. Artinya, tubuh mencerna pasta lebih lambat dibandingkan sumber karbohidrat olahan lainnya. Hal ini mencegah lonjakan gula darah secara drastis dan memberikan rasa kenyang yang bertahan lebih lama.

Selain itu, spageti yang terbuat dari gandum utuh (whole-wheat) mengandung serat yang tinggi. Serat sangat krusial dalam proses diet karena membantu melancarkan pencernaan dan mengontrol nafsu makan agar Anda tidak mudah tergoda untuk mengkonsumsi camilan di luar jam makan.

Cara Mengolah Spageti Agar Tetap Rendah Kalori

Masalah utama dari spageti bukan terletak pada pastanya, melainkan pada apa yang kita tambahkan di atasnya. Saus krim yang kental, keju berlebih, dan daging olahan adalah faktor utama yang membuat kalori spageti melonjak tajam.

Agar tetap aman untuk diet, cobalah teknik memasak al dente. Memasak pasta hingga teksturnya masih agak kenyal ternyata dapat menjaga indeks glikemiknya tetap rendah dibandingkan jika dimasak hingga terlalu lembek.

Selain itu, fokuslah pada saus berbahan dasar nabati. Penggunaan saus tomat segar yang kaya akan likopen atau minyak zaitun (extra virgin olive oil) jauh lebih sehat daripada saus berbasis susu. Jangan lupa untuk menambahkan sayuran seperti brokoli, bayam, atau jamur untuk meningkatkan volume makanan tanpa menambah banyak kalori.