POLA JABAR – Hujan es kerap membuat masyarakat Indonesia heran, sebab fenomena ini lebih identik dengan negara beriklim dingin.
Namun, hujan es ternyata bisa terjadi juga di daerah tropis, termasuk Indonesia. Fenomena ini merupakan bagian dari cuaca ekstrem yang muncul akibat kondisi atmosfer tertentu.
Menurut penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan es terbentuk di dalam awan cumulonimbus (Cb) yaitu awan tinggi dan tebal yang juga menjadi penyebab hujan lebat, petir, hingga angin kencang.
“Hujan es di wilayah tropis muncul karena adanya proses pendinginan ekstrem di lapisan awan tinggi, di mana uap air membeku menjadi butiran es sebelum jatuh ke permukaan bumi,” jelas BMKG dalam laman resminya.
Proses Terbentuknya Hujan Es di Daerah Tropis
1. Udara Panas Naik ke Atmosfer
Proses bermula ketika permukaan bumi terasa sangat panas. Udara panas ini naik ke atmosfer dan membawa uap air dalam jumlah besar.
2. Pembentukan Awan Cumulonimbus (Cb)
Uap air yang naik ke udara mendingin di ketinggian dan membentuk awan cumulonimbus. Awan ini menjulang tinggi hingga belasan kilometer dan menjadi tempat terbentuknya es.