POLA JABAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah wilayah di Jawa Barat terdampak banjir rob akibat hujan lebat dan pasang air laut, Kamis–Jumat (4–5/12/2025).

Subang:
Banjir rob melanda beberapa kecamatan, antara lain:

  • Legon Kul (Desa Mayangan & Legon)
  • Pusakanagara (Desa Patimban)
  • Blanakan (Desa Muara)

Data sementara menunjukkan 861 kepala keluarga (2.648 jiwa) terdampak, dengan ketinggian air 20–50 cm dan 861 rumah terendam.

BPBD Subang telah melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan instansi terkait. Saat ini, distribusi bantuan logistik menjadi prioritas karena akses jalan di beberapa titik terputus.

Indramayu:
Banjir rob terjadi di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, akibat luapan Sungai Perawan dan Sungai Nippon. Air pasang mencapai 50–60 cm, merendam 1.512 rumah dan berdampak pada 2.568 kepala keluarga (8.033 jiwa). Warga mengevakuasi barang penting sambil menunggu air surut. BPBD Indramayu telah melakukan kaji cepat dan pendataan secara bertahap.

Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini mengganggu aktivitas warga dan memperlihatkan kerentanan wilayah pesisir terhadap banjir rob.

Peristiwa ini terjadi dalam masa Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang Ekstrem, Abrasi, dan Tanah Longsor, berlaku hingga 30 April 2026 sesuai Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025.

BNPB mengimbau masyarakat untuk: