POLA JABAR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilaksanakan di wilayah Jawa Barat berhasil menurunkan intensitas curah hujan hingga 75 persen.
Melansir dari laman resmi Antara, langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi menghadapi cuaca ekstrem pada masa peralihan musim.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan bahwa OMC difokuskan pada daerah dengan curah hujan tinggi, termasuk Kabupaten Sukabumi, yang sebelumnya terdampak banjir dan tanah longsor.
“Berdasarkan data curah hujan, operasi modifikasi cuaca yang dilakukan pada Senin (27/10) menunjukkan penurunan curah hujan sebesar 75 persen di wilayah sasaran,” ujar Abdul, Rabu, 29 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, OMC dilakukan untuk meredistribusi awan hujan agar curah hujan tidak terkonsentrasi di daratan dan mencegah banjir di wilayah rawan genangan.
Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan pesawat untuk penyemaian Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) di lapisan awan potensial.
BNPB bersama BMKG dan lembaga strategis lainnya terus memantau perkembangan cuaca, termasuk memperpanjang pelaksanaan OMC apabila potensi hujan ekstrem masih tinggi pada pekan kelima Oktober 2025.
Operasi tersebut terbukti efektif mengurangi risiko banjir di wilayah terdampak, seperti Kabupaten Sukabumi, yang saat ini banjirnya telah surut.
BPBD Kabupaten Sukabumi telah mendirikan posko pengungsian di Lapangan Eks Sinar Ciomas dan SDN 1 Cisolok, serta membuka dapur umum di kantor Kecamatan Cisolok.