POLA JABAR – Bantuan Subsidi Upah (BSU) kembali menjadi topik yang diperbincangkan menjelang awal 2026.

Bantuan yang sebelumnya diberikan kepada pekerja bergaji rendah ini dinilai penting untuk meringankan beban ekonomi, terutama di tengah tekanan inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Meski pemerintah belum mengonfirmasi secara resmi pencairan BSU untuk 2026, sejumlah indikator ekonomi dan kebijakan ketenagakerjaan menunjukkan bahwa program ini berpeluang kembali digulirkan bagi pekerja yang memenuhi kriteria tertentu.

Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan

Berikut beberapa indikator yang dapat menjadi acuan untuk memprediksi peluang pencairan BSU 2026:

1. Kondisi Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah biasanya mempertimbangkan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional sebelum memutuskan program subsidi berskala besar. Jika pertumbuhan ekonomi memenuhi target yang sehat, ruang fiskal untuk program seperti BSU lebih terbuka.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang stabil juga dapat membantu pemerintah dalam memperluas jangkauan bantuan sosial tanpa mengganggu anggaran pembangunan lainnya.

2. Tingkat Inflasi dan Harga Kebutuhan Pokok