POLA JABAR – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) untuk masa bakti 2026–2030. Prosesi pembukaan berlangsung megah di Ruang Cendrawasih, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu (11/04/2026).
Munas tahun ini mengusung tema besar “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”. Agenda ini menjadi tonggak sejarah yang strategis untuk memperkukuh posisi pencak silat, tidak hanya sebagai identitas budaya lokal, tetapi juga sebagai cabang olahraga prestasi yang diakui secara global di kancah internasional.
Acara diawali dengan suasana penuh semangat patriotisme melalui nyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, diikuti oleh Mars Patriot dan Mars Ikatan Pencak Silat Indonesia. Untuk memohon kelancaran acara, doa bersama dipimpin oleh K.H. Buya Harun Zein.
Ketua Panitia Pelaksana Munas XVI IPSI Tahun 2026, Benny Sumarsono, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat serta perwakilan IPSI dari seluruh provinsi di tanah air.
Kehadiran para tokoh silat ini menegaskan soliditas organisasi dalam menyongsong masa depan kearsipan bela diri nasional.
Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai simbol peresmian dimulainya musyawarah.
Dalam pidato sambutannya, Presiden Prabowo memberikan pesan mendalam mengenai filosofi pencak silat yang melampaui sekadar aktivitas fisik atau kompetisi olahraga.
Bagi Presiden, pencak silat adalah jati diri bangsa yang menyimpan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan para pahlawan terdahulu.
“Kenapa pencak silat harus kita jaga? Kenapa pencak silat harus kita lestarikan? Kenapa pencak silat harus kita bina? Karena pencak silat adalah bagian dari budaya. Pencak silat itu bagian dari budaya kita dan pencak silat itu bagian daripada ilmu kesatria,” ungkapnya.