POLA JABAR - Selama ini, wortel identik dengan kesehatan mata berkat kandungan Beta-karoten atau Vitamin A yang melimpah. Namun, tahukah Anda bahwa sayuran berwarna oranye ini menyimpan "harta karun" nutrisi lain yang tak kalah penting? Merujuk pada data dari National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements, wortel merupakan salah satu sumber nabati yang kaya akan Vitamin K.

Vitamin K mungkin tidak sepopuler Vitamin C atau D, tetapi perannya dalam metabolisme tubuh sangat krusial. Tanpa asupan yang cukup, tubuh akan mengalami kendala serius dalam proses pemulihan luka hingga kesehatan struktur tulang.

Secara spesifik, Vitamin K yang ditemukan dalam wortel adalah jenis Vitamin K1 (phylloquinone). Berdasarkan panduan dari NIH, Vitamin K memiliki fungsi utama sebagai kofaktor bagi enzim yang membantu proses pembekuan darah. Inilah alasan mengapa saat kita terluka, darah tidak terus mengalir keluar melainkan segera membeku dan menutup luka.

Selain untuk pembekuan darah, Vitamin K memiliki peran besar dalam kesehatan tulang. Nutrisi ini membantu protein bernama osteokalsin untuk mengikat kalsium ke dalam matriks tulang. Tanpa Vitamin K yang cukup dari sumber makanan seperti wortel, kalsium yang kita konsumsi tidak akan terserap maksimal ke dalam tulang, yang dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko pengeroposan atau osteoporosis.

Berapa Banyak Kandungan Vitamin K dalam Wortel?

Meskipun sayuran hijau seperti bayam atau kale memegang posisi tertinggi dalam kadar Vitamin K, wortel adalah alternatif yang sangat praktis dan disukai banyak kalangan. Dalam satu cangkir wortel mentah yang dipotong-potong, terkandung sekitar 16 hingga 21 mikrogram Vitamin K. Jumlah ini mampu memenuhi sekitar 15-20 persen dari kebutuhan harian orang dewasa.

Kelebihan wortel adalah fleksibilitasnya. Anda bisa mengkonsumsinya secara mentah dalam salad, dijadikan jus, atau dimasak ke dalam sup tanpa menghilangkan seluruh nutrisi pentingnya.

Tips Mendapatkan Manfaat Maksimal dari Wortel

Agar penyerapan Vitamin K dari wortel berjalan optimal di dalam tubuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: