POLA JABAR - Sudah sejak lama, anggur dikenal sebagai buah lezat dengan kandungan antioksidan tinggi. Namun, seringkali kita melupakan satu manfaat utamanya yang fundamental bagi kesehatan tubuh yakni kemampuannya sebagai sumber hidrasi alami yang luar biasa. 

Bahkan, temuan ilmiah dari Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) dalam laporannya mengenai hidrasi telah menempatkan buah ini dalam kategori makanan yang berkontribusi signifikan terhadap asupan cairan harian.

Kontribusi Cairan yang Sering Terabaikan

Mayoritas orang beranggapan bahwa hidrasi hanya berasal dari air minum atau minuman lain. Padahal, laporan EFSA menegaskan bahwa sekitar 20 hingga 30% dari total kebutuhan cairan harian kita dapat dipenuhi dari makanan padat, dan anggur adalah salah satu kontributor utamanya.

Anggur, baik yang berwarna merah, hijau, maupun hitam, mengandung persentase air yang sangat tinggi. Rata-rata, kandungan air dalam buah anggur dapat mencapai 80 hingga 85% dari total beratnya. Angka ini menempatkan anggur sejajar dengan buah-buahan berkadar air tinggi lainnya, menjadikannya camilan yang berfungsi ganda: sebagai sumber nutrisi dan cairan.

Mekanisme Hidrasi Anggur: Lebih dari Sekadar Air

Apa yang membuat anggur lebih unggul dari sekadar mengonsumsi air murni? Jawabannya terletak pada sinergi antara air dan komponen nutrisi lainnya yang terkandung di dalamnya.

1. Air dan Elektrolit Alami

Selain air, anggur juga mengandung sejumlah kecil elektrolit alami, seperti kalium (potassium). Elektrolit adalah mineral yang membawa muatan listrik ketika larut dalam cairan tubuh dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel.