POLA JABAR - Siapa yang bisa menolak kelezatan es krim? Bagi anak-anak, mendengarkan denting lonceng penjual es krim atau melihat kemasan warna-warni di supermarket adalah momen kebahagiaan tersendiri. Namun, sebagai orang tua yang peduli akan kesehatan, kita sering kali merasa bimbang antara memberikan kegembiraan atau menjaga asupan gula si kecil.

Kabar baiknya, es krim tidak harus selalu menjadi "musuh" bagi diet anak. Dengan pemilihan bahan yang tepat dan cara penyajian yang bijak, camilan dingin ini bisa bertransformasi menjadi sumber nutrisi tambahan yang menyenangkan seperti dilansir dari parents.com.

Memilih Es Krim yang Tepat: Perhatikan Kandungannya

Saat membeli es krim kemasan, langkah pertama yang paling krusial adalah membaca label nutrisi. Banyak produk komersial mengandung pemanis buatan, pewarna sintetik, dan pengawet yang sebaiknya dihindari. Cobalah mencari produk yang berbahan dasar susu asli atau santan kelapa dengan daftar bahan yang pendek dan mudah dipahami.

Idealnya, es krim yang baik untuk anak adalah yang memiliki kandungan kalsium tinggi namun rendah lemak trans. Jika anak Anda memiliki intoleransi laktosa, saat ini sudah banyak tersedia pilihan berbasis almond, kedelai, atau buah-buahan (sorbet) yang tak kalah nikmat.

Manfaat Membuat Es Krim Sendiri di Rumah

Salah satu cara terbaik untuk memastikan anak mendapatkan camilan berkualitas adalah dengan membuatnya sendiri. Membuat es krim rumahan memberikan kontrol penuh atas apa yang masuk ke dalam tubuh anak. Anda bisa mengganti gula pasir dengan pemanis alami seperti madu, sirup maple, atau bahkan kemanisan alami dari buah pisang yang matang.

Selain lebih sehat, proses pembuatan es krim bisa menjadi aktivitas bonding yang seru. Biarkan si kecil membantu mencampur potongan buah stroberi, blueberry, atau kacang-kacangan ke dalam adonan. Aktivitas ini secara tidak langsung mengenalkan mereka pada berbagai jenis makanan sehat dengan cara yang menyenangkan.

Kapan Anak Boleh Mulai Mengkonsumsi Es Krim?