POLA JABAR - Bagi pecinta gaya hidup sehat, almond tentu bukan nama yang asing lagi. Mulai dari susu nabati, topping kue, hingga camilan praktis saat diet, almond selalu menjadi primadona. Namun, tahukah Anda bahwa secara teknis, almond sebenarnya bukanlah kacang-kangan?

Merujuk pada catatan sejarah dan botani dari Encyclopaedia Britannica, almond (Prunus dulcis) sebenarnya adalah biji dari buah pohon almond yang masih berkerabat dekat dengan persik, prem, dan ceri. Mari kita bedah lebih dalam mengenai identitas asli dan perjalanan panjang tanaman ikonik ini.

Dalam dunia sains, almond masuk ke dalam kategori buah berbiji (drupe). Jika Anda melihat buah almond langsung dari pohonnya, tampilannya sangat mirip dengan persik hijau yang belum matang. Bagian yang kita makan adalah "biji" yang tersembunyi di balik cangkang keras dan daging buah yang kering serta tidak dapat dimakan.

Pohon almond sendiri merupakan tanaman hijau yang mampu tumbuh hingga ketinggian 4 sampai 9 meter. Saat musim berbunga tiba, pohon ini akan dihiasi bunga berwarna putih atau merah muda pucat yang sangat cantik, menjadikannya salah satu pemandangan paling menakjubkan di perkebunan wilayah Mediterania.

Berdasarkan data sejarah, almond diperkirakan berasal dari wilayah Asia Tengah yang beriklim panas dan kering. Dari sana, tanaman ini mulai menyebar melalui jalur perdagangan kuno ke seluruh wilayah Mediterania, termasuk Yunani, Italia, dan Afrika Utara.

Menariknya, almond telah dikenal sejak zaman kuno. Dalam berbagai literatur sejarah, almond disebut-sebut sebagai makanan para raja dan simbol keberuntungan. Pada abad ke-18, para biarawan Spanyol membawa pohon almond ke California, Amerika Serikat. Siapa sangka, langkah ini menjadi titik awal California menjadi produsen almond terbesar di dunia saat ini, memasok hampir 80 persen kebutuhan global.

Dua Jenis Almond yang Perlu Anda Ketahui

Meskipun terlihat serupa, ternyata ada dua jenis utama almond yang tumbuh di alam: