POLA JABAR - Dalam dunia kuliner internasional, inovasi adalah kunci untuk tetap relevan. Jika selama ini kita mengenal gelato dengan rasa klasik seperti vanila, cokelat, atau stroberi, kini ada sebuah tren yang mungkin terdengar tidak biasa namun sangat menggoda bagi para pecinta kuliner: Gelato Rasa Keju.
Mengacu pada ulasan budaya kuliner dari Eataly, gelato keju bukanlah sekadar tren sesaat. Ini adalah hasil dari keahlian teknis para gelatiere (pembuat gelato) yang berhasil menyeimbangkan profil rasa manis dan gurih ke dalam satu suapan yang dingin dan lembut.
Pertemuan Dua Warisan Kuliner Italia
Italia dikenal karena dua hal besar: keju berkualitas tinggi dan gelato yang autentik. Menyatukan keduanya adalah sebuah bentuk penghormatan terhadap tradisi sekaligus keberanian dalam bereksperimen. Keju yang digunakan bukanlah sembarang keju, melainkan jenis-jenis tertentu yang memiliki karakter rasa kuat namun bisa menyatu dengan krim susu.
Penggunaan keju seperti Parmigiano Reggiano, Ricotta, hingga Gorgonzola dalam pembuatan gelato memberikan dimensi rasa yang jauh lebih kompleks. Anda tidak hanya merasakan manisnya gula, tetapi juga sentuhan kacang (nutty), sedikit rasa asin, dan aroma earthy yang elegan.
Keunggulan Tekstur yang Lebih Creamy
Salah satu alasan mengapa keju sangat cocok dijadikan bahan dasar gelato adalah kandungan lemak alaminya. Sebagaimana kita ketahui, gelato memiliki tekstur yang lebih padat dibandingkan es krim biasa karena kandungan udaranya yang minim.
Ketika keju terutama jenis keju segar seperti Ricotta atau Mascarpone—ditambahkan ke dalam adonan, tekstur akhir gelato menjadi jauh lebih halus dan velvety. Keju memberikan struktur yang lebih kokoh pada gelato, membuatnya tidak cepat meleleh namun tetap lembut saat menyentuh lidah. Inilah yang membuat pengalaman menyantap gelato keju terasa lebih mewah di mulut.