POLA JABAR - Di balik nikmatnya seduhan teh yang tersaji di hotel berbintang maupun kafe premium, terdapat sebuah ekosistem regulasi yang sangat ketat. Teh bukan sekadar komoditas pertanian biasa; ia adalah produk yang memerlukan standarisasi global untuk menjamin konsistensi rasa, keamanan konsumsi, hingga kejujuran dalam perdagangan internasional.
Merujuk pada komite teknis internasional, khususnya ISO/TC 34/SC 8, dunia memiliki protokol khusus yang mengatur segala aspek tentang teh. Standar ini menjadi jembatan antara produsen di perkebunan dengan konsumen di berbagai belahan dunia.
Standarisasi sebagai Bahasa Universal Industri Teh
Industri teh melibatkan rantai pasok yang sangat panjang, melintasi batas negara dengan regulasi yang berbeda-beda. Di sinilah peran Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) menjadi sangat vital. Melalui sub-komite yang berfokus pada teh, ditetapkanlah definisi, terminologi, serta persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh setiap produsen yang ingin produknya diakui secara global.
Tanpa standar ini, istilah seperti "Black Tea" atau "Green Tea" bisa memiliki interpretasi yang berbeda di tiap negara. ISO memastikan bahwa ketika sebuah produk diberi label teh tertentu, ia telah memenuhi karakteristik kimiawi dan fisik yang telah disepakati secara internasional.
Kriteria Kimiawi: Lebih dari Sekadar Tampilan Fisik
Banyak yang mengira kualitas teh hanya dilihat dari keutuhan daunnya. Namun, berdasarkan standar internasional, pengujian laboratorium adalah penentu utama. Ada beberapa parameter krusial yang dipantau, di antaranya adalah kadar abu, ekstrak air, dan kandungan serat kasar.
Kadar ekstrak air, misalnya, menentukan seberapa banyak "kekuatan" rasa yang bisa dilepaskan oleh daun teh saat diseduh. Jika sebuah produk teh tidak mencapai ambang batas minimum yang ditetapkan ISO, maka produk tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai teh kualitas ekspor. Pengujian ini juga berfungsi untuk mendeteksi adanya pemalsuan atau pencampuran dengan bahan organik lain yang bukan berasal dari tanaman Camellia sinensis.