POLA JABAR - Kesehatan adalah harta yang paling berharga, dan fondasinya terletak pada apa yang kita konsumsi setiap hari. World Health Organization (WHO) secara konsisten menekankan bahwa pola makan yang sehat bukan hanya tentang menjaga berat badan, tetapi juga merupakan kunci utama dalam pencegahan penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.
Mengadopsi prinsip dasar pola makan sehat yang digariskan oleh WHO adalah langkah krusial untuk mencapai kehidupan yang optimal dan produktif.
1. Membatasi Total Asupan Lemak dan Mengutamakan Lemak Baik
Salah satu pilar utama dari prinsip WHO adalah mengenai lemak. WHO merekomendasikan agar kita membatasi total asupan lemak hingga kurang dari 30% dari total energi harian yang kita konsumsi. Lebih spesifik lagi, fokus harus diberikan pada jenis lemak yang dikonsumsi.
Lemak jenuh (seperti yang banyak ditemukan pada daging berlemak, mentega, dan minyak kelapa sawit) harus dibatasi hingga kurang dari 10% dari total energi, sementara lemak trans (yang sering ada pada makanan olahan dan yang dipanggang secara komersial) harus dihindari sebisa mungkin.
Sebaliknya, WHO mendorong konsumsi lemak tak jenuh, yang bisa diperoleh dari ikan berlemak, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak nabati sehat seperti minyak zaitun atau bunga matahari. Pemilihan lemak yang tepat berperan penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular.
2. Mengendalikan Asupan Garam dan Natrium
Asupan garam yang berlebihan menjadi penyebab utama tekanan darah tinggi atau hipertensi, yang pada gilirannya meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. WHO sangat menganjurkan agar orang dewasa membatasi asupan natrium hingga kurang dari 2.000 mg per hari, yang setara dengan sekitar 5 gram atau kurang dari satu sendok teh garam dapur.
Untuk mencapai hal ini, penting untuk mengurangi konsumsi makanan olahan tinggi natrium, serta membatasi penggunaan garam saat memasak dan di meja makan. Strategi ini tidak hanya berlaku untuk garam, tetapi juga pada bumbu-bumbu yang mengandung natrium tinggi.