POLA JABAR - Bagi para pelancong yang menginjakkan kaki di jalanan berbatu Firenze (Florence), aroma waffle cone yang baru dipanggang dan deretan warna-warni di balik kaca gelateria adalah pemandangan yang tak terpisahkan dari jiwa kota tersebut. Gelato bukan sekadar hidangan penutup dingin bagi warga Italia; ia adalah simbol sejarah, seni, dan kebanggaan nasional yang bermula dari jantung Renaissance.

Melansir catatan sejarah yang juga diulas oleh Nationalgeographic.com, perjalanan gelato dari sebuah eksperimen istana hingga menjadi konsumsi global adalah cerita tentang inovasi teknis dan diplomasi budaya.

Lahir di Bawah Naungan Keluarga Medici

Meski konsep es serut sudah dikenal sejak zaman kuno di berbagai belahan dunia, gelato modern yang kita kenal sekarang memiliki akar yang kuat di Firenze pada abad ke-16. Semuanya bermula ketika keluarga bangsawan Medici yang berpengaruh mengadakan kompetisi untuk mencari hidangan penutup yang paling menakjubkan.

Seorang seniman dan arsitek serba bisa bernama Bernardo Buontalenti sering dianggap sebagai bapak gelato modern. Dengan kecerdasan teknisnya, ia menciptakan teknik pendinginan yang unik dan mencampurkan bahan-bahan seperti susu, telur, dan buah-buahan menjadi sebuah krim beku yang lembut. Kehadiran gelato pertama ini seketika memukau para tamu di istana Medici dan menetapkan standar baru bagi kemewahan kuliner Eropa.

Ekspansi ke Prancis dan Revolusi Katering

Kisah gelato meluas ke luar perbatasan Italia berkat peran Catherine de' Medici. Saat ia berangkat ke Prancis untuk menikah dengan Raja Henry II, ia membawa serta para koki dan pembuat gelato terbaiknya. 

Langkah ini memperkenalkan kelezatan beku dari Florence ke istana-istana Eropa lainnya, menjadikannya simbol status sosial yang prestisius karena pada masa itu, es adalah barang mewah yang sulit didapat dan disimpan.

Transformasi dari hidangan eksklusif istana menjadi camilan rakyat dimulai pada akhir abad ke-17. Seorang warga Sisilia bernama Francesco Procopio dei Coltelli membuka "Café Procope" di Paris.