POLA JABAR – Menyaksikan pemandangan langit senja dengan semburat warna jingga, kemerahan, hingga ungu merupakan momen yang sangat menenangkan.
Keindahan matahari terbenam (sunset) sering kali membuat kita terpaku, namun pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa langit tidak tetap berwarna biru seperti di siang hari?
Fenomena perubahan warna langit ini bukanlah sihir, melainkan hasil dari interaksi cahaya matahari dengan atmosfer bumi yang dijelaskan dalam ilmu fisika. Berikut adalah penjelasan sains di baliknya:
1. Cahaya Matahari Sebenarnya Berwarna Putih
Meskipun terlihat kuning atau putih, cahaya matahari sebenarnya terdiri dari spektrum warna pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (Me-Ji-Ku-Hi-Bi-Ni-U). Setiap warna ini memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda.
- Warna biru dan ungu memiliki panjang gelombang yang pendek.
- Warna merah dan jingga memiliki panjang gelombang yang panjang.
2. Fenomena Hamburan Rayleigh
Saat cahaya matahari masuk ke atmosfer bumi, cahaya tersebut menabrak molekul gas dan partikel di udara. Cahaya dengan panjang gelombang pendek (biru dan ungu) lebih mudah terhambur ke segala arah. Inilah alasan mengapa di siang hari langit kita berwarna biru.