POLA JABAR - Dunia kuliner selalu punya cara untuk mengejutkan lidah dan mata kita. Salah satu hidangan yang belakangan ini semakin populer dan sering menghiasi meja restoran kelas atas adalah spageti hitam atau yang dikenal dengan Squid Ink Pasta.

Warna hitam pekatnya yang kontras seringkali dianggap sebagai seni di atas piring. Namun, dibalik penampilannya yang dramatis, apa sebenarnya yang membuat pasta ini begitu istimewa?

Asal-Usul dan Bahan Utama

Sesuai namanya, warna hitam pada spageti ini berasal dari tinta cumi-cumi atau sotong. Secara tradisional, tinta ini dicampurkan langsung ke dalam adonan tepung saat pembuatan pasta segar. Tinta cumi tidak hanya berfungsi sebagai pewarna alami, tetapi juga berperan sebagai bumbu rahasia yang memberikan karakter rasa yang sangat spesifik.

Di Italia, khususnya di wilayah pesisir seperti Sisilia dan Venesia, penggunaan tinta cumi dalam pasta dan risotto sudah menjadi tradisi turun-temurun. Mereka memanfaatkan kekayaan laut ini untuk menciptakan hidangan yang kaya akan cita rasa "umami".

Cita Rasa yang Unik dan Mendalam

Banyak orang yang belum mencoba mungkin merasa ragu karena warnanya yang gelap. Namun, begitu mencicipinya, Anda akan menemukan kejutan rasa.

Berbeda dengan pasta biasa yang cenderung netral, spageti tinta cumi memiliki rasa gurih yang halus dengan sentuhan aroma laut yang segar.

Rasa asinnya sangat alami, tidak tajam, dan memiliki aftertaste yang sedikit manis. Teksturnya pun seringkali terasa lebih lembut namun tetap al dente.