POLA JABAR – Bagi warga yang tinggal di kawasan langganan banjir, musim penghujan sering kali menjadi sumber kecemasan.
Menghadapi ancaman yang datang setiap tahun, melakukan renovasi rumah dengan konsep adaptif menjadi investasi jangka panjang yang bijak.
Bukan sekadar memperbaiki kerusakan, renovasi di daerah rawan banjir harus fokus pada upaya meminimalkan dampak air masuk ke dalam hunian.
Berikut adalah beberapa langkah renovasi strategis yang bisa diterapkan untuk mengubah rumah menjadi lebih tangguh menghadapi ancaman banjir:
1. Meninggikan Lantai Rumah (Leveling)
Langkah paling efektif namun membutuhkan biaya cukup besar adalah meninggikan lantai rumah. Idealnya, lantai rumah ditinggikan sekitar 50 hingga 100 sentimeter di atas permukaan jalan atau titik tertinggi banjir yang pernah terjadi.
Jika tidak memungkinkan merenovasi seluruh ruangan, Anda bisa memprioritaskan peninggian lantai di area vital atau membangun "area aman" di lantai dua.
2. Mengubah Posisi Stopkontak dan Panel Listrik
Keamanan kelistrikan adalah prioritas utama. Dalam proses renovasi, mintalah teknisi untuk memindahkan posisi stopkontak, sakelar, dan panel listrik (MCB) ke posisi yang lebih tinggi, minimal 1,5 meter dari lantai. Hal ini bertujuan agar aliran listrik tidak perlu diputus total saat banjir setinggi mata kaki masuk ke dalam rumah.