POLA JABAR – Perayaan Cap Go Meh menandai berakhirnya seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek pada hari ke-15.

Salah satu ciri khas yang paling mencolok dari perayaan ini adalah pendaran cahaya merah dari ribuan lampion yang menghiasi sudut kota maupun kelenteng.

Berikut adalah makna dan alasan di balik tradisi lampion yang perlu Anda ketahui:

1. Simbol Terang dan Harapan

Lampion secara filosofis dianggap sebagai simbol pengusir kegelapan. Cahaya yang terpancar dari dalam lampion melambangkan harapan baru, masa depan yang cerah, dan jalan yang terang bagi kehidupan seseorang di tahun yang baru.

2. Penghormatan kepada Leluhur

Tradisi menggantung lampion juga berakar dari sejarah kuno sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa dan leluhur. Pada malam bulan purnama pertama di awal tahun, cahaya lampion dipercaya dapat memandu jiwa-jiwa baik dan mendatangkan berkah bagi keluarga yang memasangnya.

3. Makna Warna Merah dan Bentuk Bulat

Warna merah pada lampion melambangkan kemakmuran, gairah hidup, dan keberuntungan. Sementara itu, bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan dan kebersamaan keluarga. Menggantung lampion di depan rumah dipercaya dapat menjauhkan penghuninya dari energi negatif atau nasib buruk.