POLA JABAR - Siapa yang bisa menolak kesegaran es krim? Hidangan penutup yang dingin, manis, dan lembut ini telah menjadi favorit masyarakat dunia selama berabad-abad. Namun, tahukah Anda bahwa apa yang kita sebut sebagai "es krim" memiliki definisi, bahan baku, dan tekstur yang sangat berbeda di setiap negara?
Dari kelembutan gelato Italia hingga elastisitas unik dondurma Turki, mari kita selami lebih dalam karakteristik berbagai jenis es krim yang ada di dunia.
1. Es Krim Tradisional (Hard Scoop)
Jenis ini adalah yang paling umum kita temukan di supermarket. Es krim tradisional biasanya terbuat dari campuran susu, krim, gula, dan kuning telur yang dimasak menjadi custard. Ciri khasnya terletak pada proses churning (pengadukan) yang cepat untuk memasukkan udara ke dalam adonan, sehingga menghasilkan tekstur yang ringan dan bervolume. Di Amerika Serikat, standar es krim harus mengandung setidaknya 10 persen lemak susu agar bisa mendapatkan tekstur creamy yang pas.
2. Gelato dari Italia
Seringkali dianggap sama dengan es krim biasa, gelato sebenarnya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Gelato menggunakan lebih banyak susu dibandingkan krim dan jarang menggunakan kuning telur. Proses pengadukannya dilakukan dengan kecepatan yang lebih lambat, sehingga udara yang masuk lebih sedikit. Hasilnya adalah tekstur yang lebih padat, halus, dan rasa yang lebih intens karena kandungan lemak yang lebih rendah tidak "melapisi" lidah secara berlebihan.
3. Sorbet dan Sherbet
Bagi mereka yang mencari opsi lebih segar atau menghindari produk susu, sorbet adalah jawabannya. Sorbet murni terbuat dari buah-buahan dan gula tanpa kandungan susu sedikit pun. Sementara itu, sherbet merupakan "sepupu" dari sorbet yang ditambahkan sedikit susu atau putih telur untuk memberikan tekstur yang sedikit lebih lembut namun tetap mempertahankan kesegaran buah yang dominan.
4. Frozen Yogurt