POLA JABAR - Bagi pegiat diet dan penderita diabetes, perdebatan seputar wortel seringkali panas. Banyak yang meyakini wortel memiliki Indeks Glikemik (IG) tinggi, bahkan menyamakannya dengan gula murni, sehingga diklaim buruk untuk pengendalian gula darah. Namun, benarkah klaim ini?
Untuk menjawabnya, kita perlu merujuk pada data ilmiah terpercaya, seperti yang dipublikasikan oleh Harvard Medical School.
Angka Resmi dari Harvard: Indeks Glikemik Wortel yang Sebenarnya
Indeks Glikemik (IG) adalah sistem peringkat untuk makanan yang mengandung karbohidrat berdasarkan seberapa cepat makanan tersebut meningkatkan kadar glukosa dalam darah setelah dimakan. Skala IG berkisar dari 0 hingga 100.
Menurut tabel Indeks Glikemik yang disusun dan dirilis oleh Harvard Medical School, angka IG wortel tidak setinggi yang digembar-gemborkan.
Wortel Mentah (Raw Carrots): Indeks Glikemik (IG) wortel mentah secara umum tergolong rendah, yaitu berada di kisaran 35.
Wortel Matang/Rebus (Cooked/Boiled Carrots): Proses memasak memang meningkatkan IG. Wortel yang dimasak memiliki IG sedang, yang angkanya bisa berkisar antara 47 hingga 50-an.
Angka IG di bawah 55 dikategorikan sebagai rendah, sementara 56-69 adalah sedang, dan 70 ke atas adalah tinggi. Jadi, berdasarkan data Harvard, wortel mentah berada jelas di kategori IG rendah, dan wortel yang dimasak masih tergolong sedang, bukan tinggi.
Mengapa Angka IG Wortel Kerap Jadi Polemik?