POLA JABAR - Udang telah lama menduduki kasta tertinggi dalam daftar belanja pecinta seafood di seluruh dunia. Namun, tahun ini kita melihat perubahan menarik dalam cara orang memilih dan mengkonsumsi komoditas ini.

Mengutip laporan dari SeafoodSource, konsumen modern tidak lagi hanya mencari harga termurah, melainkan mulai bertanya: "Dari mana udang ini berasal dan bagaimana cara ia dibesarkan?"

1. Kesadaran akan Keberlanjutan (Sustainability) 

Isu lingkungan kini menjadi faktor penentu di kasir supermarket. Tren menunjukkan lonjakan permintaan terhadap produk udang yang memiliki sertifikasi keberlanjutan, seperti Best Aquaculture Practices (BAP) atau Marine Stewardship Council (MSC). 

Pembaca kini lebih jeli menghindari produk yang berasal dari tambak yang merusak ekosistem mangrove. Bagi industri, ini bukan lagi sekadar etika, melainkan syarat mutlak untuk tetap relevan di pasar global.

2. Kesehatan di Balik Cangkang 

Dari sisi nutrisi, udang semakin populer sebagai alternatif protein rendah kalori bagi mereka yang sedang menjalani diet ketat. Kaya akan selenium dan antioksidan seperti astaxanthin, udang bukan hanya soal rasa, tapi juga soal fungsionalitas bagi kebugaran tubuh. 

Menariknya, laporan pasar menunjukkan bahwa permintaan terhadap udang yang bebas dari antibiotik dan hormon pertumbuhan kini meningkat tajam, mencerminkan kekhawatiran jangka panjang konsumen terhadap keamanan pangan.

3.Kepraktisan adalah Kunci (Ready-to-Cook)