POLA JABAR – Sesaat lagi umat Muslim akan meninggalkan bulan Rajab dan memasuki bulan Syakban.

Dalam kalender Islam, Syakban bukan sekadar bulan "perantara", melainkan bulan yang memiliki kedudukan istimewa sebagai pintu gerbang menuju bulan suci Ramadhan.

Salah satu ibadah yang paling menonjol dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW di bulan ini adalah Puasa Syakban.

Puasa sunnah ini menjadi sarana latihan fisik dan spiritual agar saat memasuki Ramadhan nanti, jiwa dan raga sudah terbiasa dengan ritme ibadah yang intens.

Alasan Syakban Sering Dilalaikan

Mengapa Syakban begitu istimewa? Hal ini dikarenakan posisinya yang berada di antara dua bulan agung: Rajab (salah satu bulan haram) dan Ramadhan (bulan penuh ampunan). Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis:

“Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia antara Rajab dan Ramadhan. Pada bulan ini amal-amal diangkat kepada Rabb alam semesta, dan aku ingin ketika amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa.”

Hadis ini menjadi pengingat bagi kita bahwa di saat banyak orang lengah karena menganggap Syakban hanya bulan biasa, di situlah terdapat peluang pahala yang besar bagi mereka yang mau menghidupkannya dengan ibadah.

Kecintaan Rasulullah pada Puasa Syakban