POLA JABAR - Belakangan ini ramai diperbincangkan mengenai pemuda asal Dayeuhkolot Kabupaten Bandung yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja, dan dikabarkan jika pemuda tersebut sudah pulang ke tanah air.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan jika keberangkatan Rizki ke luar negeri bukan karena dijual atau direkrut secara ilegal, melainkan atas keinginannya sendiri.
Kang DS sapaan akrab Bupati Bandung menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung telah memfasilitasi pemulangan Rizki melalui Dinas Tenaga Kerja.
“Jam 09.00 malam sudah dijemput oleh Dinas Tenaga Kerja sesuai dengan apa yang saya sampaikan dan juga kita berikan tiket pulangnya,” ujar Dadang Supriatna, Minggu 23 November 2025.
Menurut Kang DS, selepas tiba di Bandung, Rizki langsung menjalani pemeriksaan di Polresta Bandung untuk memberikan keterangan terkait informasi yang sebelumnya beredar.
“Saat ini Rizki sedang ada pemeriksaan dengan Polresta Bandung untuk meminta keterangan, karena antara informasi yang disampaikan ternyata kenyataannya tidak sesuai,” tegasnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Bandung menyoroti munculnya kabar yang tidak akurat mengenai kasus pemuda tersebut hingga memicu perhatian publik secara luas.
Kang DS meminta kepada masyarakat untuk bijak dalam menyampaikan informasi, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan dan merugikan keluarga.
“Tolong sampaikan yang sebenarnya. Jangan memprovokasi yang pada akhirnya semua menjadi perhatian. Keluarga jadi ikut terbebani, padahal mereka tidak tahu apa-apa,” katanya.