POLA JABAR - Kacang tanah sering kali mendapatkan reputasi yang kurang tepat dalam dunia diet. Banyak yang menganggapnya sebagai pemicu jerawat atau penyebab berat badan naik. Padahal, jika merujuk pada data kesehatan dari EatingWell, kacang tanah adalah salah satu sumber protein nabati, lemak sehat, dan serat yang sangat luar biasa bagi tubuh.

Kuncinya bukan pada menghindari kacang tanah, melainkan pada bagaimana cara kita mengkonsumsinya. Berikut adalah panduan profesional mengenai cara mengintegrasikan kacang tanah ke dalam pola makan harian Anda tanpa merusak target kesehatan.

1. Perhatikan Porsi Ideal Harian

Kacang tanah memiliki kepadatan kalori yang cukup tinggi. Meskipun lemak yang terkandung di dalamnya adalah lemak tak jenuh yang baik untuk jantung, mengkonsumsinya secara berlebihan tetap akan menambah asupan kalori harian. 

Para ahli gizi menyarankan porsi ideal adalah sekitar satu genggam kecil atau sekitar 28 gram per hari. Porsi ini sudah cukup untuk memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa membebani sistem pencernaan dengan kalori ekstra.

2. Pilih Metode Pengolahan yang Tepat

Cara Anda memasak kacang tanah sangat menentukan nilai gizinya. Kacang tanah yang digoreng dengan minyak jenuh akan kehilangan manfaat alaminya dan justru menambah asupan lemak trans.

Metode terbaik adalah dengan merebus atau memanggangnya (roasted). Kacang tanah rebus mempertahankan sebagian besar antioksidannya, terutama isoflavon. 

Jika Anda lebih suka tekstur renyah, memanggang kacang dalam oven tanpa tambahan minyak adalah pilihan yang jauh lebih sehat dibandingkan membelinya dalam kemasan gorengan pinggir jalan.