POLA JABAR – Dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari, memberikan masukan atau kritik sering kali tidak terhindarkan.
Namun, banyak orang ragu menyampaikannya karena takut menyinggung perasaan atau merusak hubungan baik. Padahal, kritik yang membangun adalah salah satu kunci utama untuk pertumbuhan seseorang.
Agar kritik Anda diterima dengan tangan terbuka tanpa menimbulkan rasa sakit hati, berikut adalah beberapa strategi komunikasi yang bisa Anda terapkan:
1. Gunakan Teknik "Sandwich" (Lapis Tiga)
Teknik ini adalah cara klasik yang sangat efektif. Mulailah dengan memberikan pujian atau apresiasi tulus, lalu masukkan kritik di tengah-tengah, dan tutup kembali dengan kalimat penyemangat atau harapan positif.
Contoh: "Laporanmu isinya sangat detail (Pujian). Namun, ada beberapa bagian data yang perlu diperbarui agar lebih akurat (Kritik). Saya yakin jika ini diperbaiki, laporannya akan sempurna (Penutup)."
2. Fokus pada Perilaku, Bukan Pribadi
Kritiklah apa yang dilakukan orang tersebut, bukan karakter mereka. Menyerang pribadi (seperti menyebut seseorang "malas" atau "tidak kompeten") hanya akan membuat mereka defensif.
Alih-alih berkata: "Kamu orangnya tidak disiplin."