POLA JABAR - Kacang hijau telah lama dikenal sebagai salah satu sumber protein nabati terbaik yang sangat populer di Indonesia. Selain kaya akan serat, kacang kecil berwarna hijau ini menyimpan segudang nutrisi penting mulai dari vitamin B, zat besi, hingga magnesium.

Namun, tahukah Anda bahwa metode memasak yang salah bisa membuat kandungan nutrisi tersebut luruh dan terbuang sia-sia?

Mengacu pada prinsip pengolahan bahan pangan sehat, menjaga keutuhan nutrisi kacang hijau memerlukan teknik yang tepat. Berikut adalah langkah-langkah krusial dalam mengolah kacang hijau agar tetap sehat dan lezat.

1. Teknik Perendaman yang Efektif

Langkah pertama yang sering kali diabaikan adalah perendaman. Merendam kacang hijau sebelum dimasak bukan hanya bertujuan untuk mempercepat proses pengempukan, tetapi juga untuk menghilangkan asam fitat. Asam fitat adalah zat anti-nutrisi yang dapat menghambat penyerapan mineral oleh tubuh.

Idealnya, rendam kacang hijau dalam air bersih selama 4 hingga 8 jam. Perendaman ini juga membantu memecah gas di dalam kacang yang sering kali menyebabkan perut kembung setelah mengonsumsinya. Pastikan untuk membuang air rendaman dan membilas kacang hingga bersih sebelum masuk ke tahap perebusan.

2. Perhatikan Rasio Air dan Suhu Api

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah merebus kacang hijau dengan api yang terlalu besar dalam waktu yang sangat lama. Suhu panas yang ekstrem dan berkepanjangan dapat merusak vitamin B kompleks yang sensitif terhadap panas.

Gunakan rasio air yang pas, yakni sekitar tiga gelas air untuk satu gelas kacang hijau. Mulailah memasak dengan api sedang hingga air mendidih, kemudian kecilkan api (metode simmering). Dengan api kecil, kacang akan matang secara merata dan teksturnya menjadi lembut tanpa membuat kulitnya hancur berantakan.