POLA JABAR – Dalam tradisi masyarakat Jawa, menghitung weton sebelum melangkah ke jenjang pernikahan merupakan hal yang lazim dilakukan. Perhitungan ini bertujuan untuk melihat kecocokan energi antara kedua calon mempelai guna meminimalkan hambatan di masa depan.

Menghitung weton sebenarnya tidaklah rumit. Anda hanya perlu menjumlahkan nilai neptu dari masing-masing hari kelahiran dan pasaran. Berikut adalah panduan mudahnya:

1. Tabel Nilai Hari dan Pasaran Pertama, ketahui nilai dari hari kelahiran Anda dan pasangan:

  • Hari: Minggu (5), Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9).
  • Pasaran: Kliwon (8), Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4).

Contoh: Jika Anda lahir pada Jumat Kliwon, maka nilainya 6 + 8 = 14.

2. Rumus Kecocokan Setelah mendapatkan nilai total neptu Anda dan pasangan, jumlahkan keduanya. Hasil penjumlahan tersebut kemudian dicocokkan dengan kategori berikut:

  • PEGAT (Hasil: 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36): Kemungkinan besar akan sering menemui masalah di kemudian hari, mulai dari masalah ekonomi hingga perselisihan.
  • RATU (Hasil: 2, 11, 20, 29): Pasangan ini dianggap sudah jodohnya. Hidupnya akan dihargai dan disegani oleh tetangga maupun lingkungan sekitar.
  • JODOH (Hasil: 3, 12, 21, 30): Pasangan ini sangat cocok dan bisa saling menerima kekurangan masing-masing. Rumah tangga diprediksi akan rukun sampai tua.
  • TOPO (Hasil: 4, 13, 22, 31): Di awal pernikahan akan mengalami banyak kesulitan (biasanya ekonomi), namun akan berakhir bahagia dan sukses setelah sekian lama.
  • TINARI (Hasil: 5, 14, 23, 32): Akan mendapatkan kebahagiaan dan kemudahan dalam mencari rezeki.
  • PADU (Hasil: 6, 15, 24, 33): Sering mengalami pertengkaran, namun tidak sampai membawa pada perceraian.
  • SUJANAN (Hasil: 7, 16, 25, 34): Harus waspada terhadap ancaman perselingkuhan atau pertengkaran hebat.
  • PESTHI (Hasil: 8, 17, 26, 35): Rumah tangga akan berjalan sangat harmonis, rukun, dan tenang meskipun ada masalah kecil.

Meskipun ramalan ini menjadi bagian dari kearifan lokal, kunci utama kebahagiaan rumah tangga tetaplah komunikasi, kesabaran, dan kepercayaan antara kedua belah pihak. Perhitungan weton dapat dijadikan sebagai bahan introspeksi dan doa agar hubungan tetap terjaga.***