POLA JABAR - Nanas, dengan rasa asam manis yang menyegarkan dan aroma tropis yang khas, adalah bahan baku yang luar biasa serbaguna di dapur. Selain dinikmati sebagai buah segar, mengolahnya menjadi selai atau manisan adalah cara yang cerdas untuk mengawetkan kelezatannya sekaligus menjadikannya bahan pelengkap hidangan yang bernilai jual tinggi. 

Proses pengolahan ini didasarkan pada prinsip kuno penggunaan gula sebagai bahan pengawet alami, yang tidak hanya memperpanjang umur simpan buah, tetapi juga mengintensifkan rasa nanas itu sendiri.

Panduan Praktis Mengolah Nanas Menjadi Selai dan Manisan

Berikut adalah panduan ringkas dan jelas untuk mengolah nanas menjadi dua bentuk hidangan yang berbeda, selai dan manisan, yang tekniknya diadaptasi dari praktik kuliner populer, menurut  referensi dari bbcgoodfood.com:

1. Membuat Selai Nanas Klasik (Pineapple Jam)

Selai nanas memiliki tekstur kental dan rasa yang intens, sangat ideal sebagai isian nastar atau olesan roti. Kunci keberhasilan selai nanas terletak pada perbandingan gula dan waktu memasak yang tepat.

  • Persiapan Nanas: Kupas dan bersihkan nanas dari mata. Parut daging nanas (atau blender kasar) bersama dengan bonggolnya. Bonggol nanas mengandung pektin alami yang membantu mengentalkan selai.

    Pemasakan Awal: Masak nanas parut dalam wajan besar dengan api sedang. Biarkan air yang keluar dari buah menyusut terlebih dahulu. Proses ini memakan waktu cukup lama dan akan menghilangkan sebagian besar cairan sebelum gula ditambahkan.

    Penambahan Gula dan Rempah: Setelah air menyusut hingga hampir kering, tambahkan gula pasir (perbandingan ideal seringkali 1:3, yaitu 1 bagian gula untuk 3 bagian nanas), sedikit garam, dan rempah aromatik seperti batang kayu manis dan daun pandan. Gula berfungsi sebagai pengawet dan pembentuk tekstur.