POLA JABAR - Buah pir sering kali menjadi pilihan favorit karena teksturnya yang renyah, rasanya yang manis, dan kandungan airnya yang menyegarkan. Namun, mengonsumsi pir tidak sekadar menggigit buahnya saja. Menurut standar kesehatan yang sering diulas oleh para ahli nutrisi, termasuk referensi dari BBCGoodFood.com, ada cara-cara spesifik yang harus diperhatikan agar vitamin dan mineral di dalamnya tidak hilang sebelum sampai ke sistem pencernaan kita.
Berikut adalah panduan detail mengenai cara mengkonsumsi buah pir dengan benar demi menjaga kualitas nutrisinya tetap utuh.
1. Makan Bersama Kulitnya: Gudang Nutrisi yang Tersembunyi
Kesalahan paling umum yang dilakukan banyak orang adalah mengupas kulit buah pir. Padahal, kulit pir mengandung setidaknya setengah dari total serat makanan yang ada pada satu buah tersebut. Selain serat, kulit pir kaya akan polifenol, yaitu zat antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Dengan mengupasnya, Anda secara tidak langsung membuang nutrisi penting yang berfungsi untuk melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan jantung. Cukup cuci bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa residu sebelum dikonsumsi.
2. Perhatikan Tingkat Kematangan yang Tepat
Tidak seperti buah lainnya, pir sering kali dipetik saat belum sepenuhnya matang dan akan matang dari dalam ke luar. Pir yang terlalu mentah mungkin sulit dicerna dan memiliki kadar antioksidan yang belum maksimal. Sebaliknya, pir yang terlalu matang (lembek) mulai mengalami penurunan kadar vitamin C.
Cara terbaik untuk mengeceknya adalah dengan menekan lembut bagian dekat batang (leher pir). Jika area tersebut terasa empuk, berarti pir sudah siap dikonsumsi dengan profil nutrisi yang mencapai puncaknya.