POLA JABAR, Bekasi – Seiring dengan perayaan Idulfitri 1447 H yang jatuh pada hari ini, Sabtu (21/3/2026), pemerintah mulai mengalihkan fokus pada kesiapan arus balik. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, secara resmi mengimbau masyarakat untuk mulai merencanakan perjalanan pulang ke kota asal dengan lebih cermat guna menghindari kemacetan panjang.
Pihak Kemenhub memprediksi bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 akan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Lonjakan kendaraan diperkirakan akan sangat signifikan mengingat masa libur bersama yang akan segera berakhir.
Rekor Mudik Tertinggi Sepanjang Sejarah
Imbauan ini berkaca pada data arus mudik yang baru saja usai. Berdasarkan catatan Jasa Marga di Tollroad Command Center (JMTC), puncak arus mudik pada 18 Maret kemarin mencetak sejarah baru. Lebih dari 270 ribu kendaraan keluar dari empat gerbang tol utama dalam satu waktu, dengan mayoritas (lebih dari 50 persen) mengarah ke Tol Trans Jawa.
"Arus mudik telah berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak. Namun, yang harus diingat sekarang adalah mengimbau masyarakat untuk hindari waktu puncak arus balik pada tanggal 24 Maret nanti," ujar Aan Suhanan saat meninjau situasi lalu lintas di Bekasi.
Manfaatkan Kebijakan WFA untuk Kepulangan
Untuk mengurai penumpukan kendaraan yang berlebihan, pemerintah menyarankan pemudik untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja yang diterapkan beberapa instansi.
- Saran Kepulangan: Masyarakat diharapkan bisa mengatur waktu kembali ke Jakarta atau kota besar lainnya sebelum atau sesudah tanggal 24 Maret 2026.
- Tujuan: Agar perjalanan lebih aman, nyaman, dan terhindar dari kelelahan hebat akibat terjebak macet berjam-jam.