POLA JABAR – Sepanjang tahun 2025, wilayah Jawa Barat rupanya cukup sering diguncang aktivitas tektonik.
Berdasarkan catatan BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung, telah terjadi sebanyak 1.242 kali gempa bumi di Jawa Barat dan sekitarnya selama satu tahun terakhir.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengungkapkan bahwa dari ribuan gempa tersebut, kekuatan guncangan paling besar tercatat di angka 5,3 Magnitudo, sementara yang terkecil adalah 1,0 Magnitudo.
Mayoritas gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.
Dari total kejadian tersebut, terdapat 117 gempa yang getarannya dirasakan oleh masyarakat.
Salah satu yang paling membekas adalah gempa 4,7 Magnitudo yang berpusat di Kabupaten Bekasi pada 20 Agustus 2025 lalu. Guncangan tersebut tidak hanya terasa hingga Jakarta dan Bandung, tapi juga merusak sedikitnya 70 bangunan.
BMKG terus menekankan pentingnya mitigasi bencana bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Mengingat frekuensi gempa yang cukup tinggi, warga diimbau untuk selalu waspada, tetap tenang saat terjadi guncangan, dan pastikan bangunan rumah dalam kondisi kokoh atau tidak mengalami keretakan yang membahayakan.
"Jika terjadi gempa bumi, masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab," pesan Teguh Rahayu.***