POLA JABAR – Hidup di posko pengungsian akibat banjir membawa tantangan besar bagi kesehatan.

Kondisi tempat yang padat, suhu udara yang dingin karena hujan, serta keterbatasan akses sanitasi membuat imunitas tubuh pengungsi rentan menurun. 

Dalam situasi darurat ini, pemilihan nutrisi yang tepat menjadi benteng utama agar tubuh tidak mudah terserang penyakit seperti ISPA, diare, hingga kelelahan ekstrem.

Meskipun stok makanan di pengungsian sering kali didominasi oleh makanan instan, para pengungsi dan petugas dapur umum perlu memperhatikan asupan nutrisi tertentu untuk menjaga daya tahan tubuh tetap stabil.

1. Sumber Karbohidrat Kompleks untuk Energi

Kondisi dingin dan stres fisik di pengungsian membutuhkan energi ekstra. Selain nasi, sumber karbohidrat seperti ubi rebus, jagung, atau roti gandum sangat baik dikonsumsi.

Karbohidrat kompleks memberikan rasa kenyang lebih lama dan menyediakan energi yang stabil untuk beraktivitas di lokasi pengungsian dibandingkan hanya mengandalkan mi instan.

2. Protein untuk Perbaikan Sel

Protein sangat krusial dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh. Jika memungkinkan, pilihlah makanan yang mengandung protein yang tidak mudah basi, seperti telur rebus, ikan kaleng (sarden/tuna), atau olahan tempe dan tahu.