POLA JABAR - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung terus berkomitmen dalam menjaga kesehatan masyarakat dan kesejahteraan hewan melalui program Bangsawan (Bandung Jaga Kesehatan Hewan). Bertempat di Kantor Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap pada Selasa, 20 Januari 2026, kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit Zoonosis.

Bangsawan adalah inisiatif layanan kesehatan hewan terpadu yang disediakan khusus bagi warga Kota Bandung. Program ini mencakup berbagai fasilitas medis hewan, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian vaksinasi rabies gratis dengan kuota 50 ekor, hingga tindakan sterilisasi untuk kucing liar.

Langkah ini diambil mengingat pentingnya pemahaman mengenai Zoonosis penyakit menular yang dapat berpindah dari hewan ke manusia (atau sebaliknya) yang dipicu oleh virus, bakteri, parasit, atau jamur.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh, menekankan pentingnya kewaspadaan dini terhadap penyakit menular ini.

“Program Bangsawan ini bertujuan memberikan layanan kesehatan hewan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit asal hewan. Harapannya, tidak terjadi peningkatan kasus penyakit Zoonosis di Kota Bandung,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari payung besar Laman Hati (Layanan Manajemen Kesehatan Hewan Terintegrasi). Wilsandi menambahkan, “Bangsawan ini menjadi salah satu bentuk branding program yang melibatkan banyak stakeholder. Kali ini kami berkolaborasi dengan Kelurahan Ciumbuleuit untuk bersama-sama menjaga kesehatan hewan di Kota Bandung,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Ciumbuleuit, Franky, menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk nyata pelayanan kepada warga. Kegiatan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari koordinasi yang telah dibangun sejak pertengahan Januari 2026.

“Dalam kegiatan ini dilakukan pemeriksaan hewan peliharaan, vaksinasi rabies dengan kuota 50 ekor, serta sterilisasi hewan liar. Kegiatan juga dilanjutkan ke lapangan untuk penanganan hewan liar,” ungkapnya.

Selain aspek medis, Bangsawan juga membawa misi edukasi. Franky berharap warga semakin sadar akan pentingnya memperlakukan hewan dengan layak. “Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa kesehatan hewan harus dijaga secara rutin dan tindakan kekerasan terhadap hewan tidak dibenarkan,” tambahnya.