POLA JABAR – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Korlantas Polri menyiapkan skema contraflow pada sejumlah titik menuju Bandung dan wilayah Jawa Barat Selatan.

Kebijakan ini diproyeksikan menjadi langkah utama untuk mengurai kepadatan arus mudik yang meningkat tajam menuju kawasan wisata dan pusat aktivitas di Bandung.

Penerapan contraflow ke arah Bandung akan bersifat situasional, menyesuaikan kondisi real-time pada puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 20 Desember 2025 dan 24 Desember 2025.

Volume kendaraan diperkirakan melonjak signifikan di ruas Tol Jakarta–Cikampek, Tol Cipularang, hingga akses Cileunyi.

Adapun titik-titik yang disiapkan untuk rekayasa contraflow meliputi:

  • Tol Jakarta–Cikampek Km 21–47
    Ruas ini menjadi kawasan paling rentan macet akibat pertemuan kendaraan dari arah Jakarta, Bekasi, dan Karawang. Contraflow akan digunakan untuk menambah kapasitas jalur menuju Bandung.
  • Tol Cipularang Km 70–90
    Ruas menanjak dan berkelok ini sering menjadi titik perlambatan. Contraflow akan diterapkan apabila antrean kendaraan mulai mengular di sekitar Padalarang–Jatiluhur.
  • Akses Gerbang Tol Pasteur dan Baros
    Kepadatan menuju pintu masuk Bandung akan dipantau, dan contraflow akan menjadi opsi untuk menjaga kelancaran distribusi kendaraan di ruas terakhir perjalanan.

Korlantas juga menyebutkan bahwa selain contraflow, sistem lainnya seperti one way terbatas, pengalihan lalu lintas ke jalur arteri, dan pembatasan kendaraan berat dapat diberlakukan apabila volume kendaraan melebihi kapasitas normal.

Diperkirakan, sekitar 672 ribu kendaraan akan mengarah ke wilayah Bandung, Ciawi, dan Jawa Barat selatan selama periode Nataru.

Jumlah ini meningkat dibandingkan hari normal dan memerlukan pengaturan lalu lintas yang lebih intensif.