POLA JABAR – Intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius bagi masyarakat di Jawa Barat.
Memasuki periode cuaca ekstrem, potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir dinilai dapat memicu bencana hidrometeorologi, salah satunya banjir di sejumlah wilayah rawan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di berbagai daerah di Jawa Barat.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan luapan sungai, genangan di kawasan permukiman, hingga longsor di wilayah perbukitan.
Menyikapi hal tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan wilayah dengan sistem drainase yang kurang optimal.
BMKG mengingatkan agar masyarakat rutin memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini cuaca ekstrem.
Selain itu, warga juga disarankan untuk membersihkan saluran air, mengamankan barang-barang penting, serta menyiapkan langkah evakuasi dini apabila kondisi cuaca memburuk.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga terus melakukan pemantauan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama menjelang peningkatan aktivitas masyarakat pada periode libur akhir tahun.
Masyarakat diminta tidak mengabaikan tanda-tanda cuaca ekstrem dan segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.***