POLA JABAR - Jalapeno, dengan tingkat kepedasan yang pas dan cita rasa yang khas, telah menjadi salah satu cabai paling populer dan mudah dikenali di dunia. Kehadirannya kini begitu masif, mulai dari nachos, pizza, hingga cocktail, namun sejarahnya terukir jauh sebelum globalisasi kuliner modern. 

Cabai ini adalah warisan langsung dari Mesoamerika kuno, sebuah bukti nyata kecerdasan agrikultur peradaban pra-Kolumbus. Memahami sejarah jalapeño berarti menelusuri kembali akarnya ke Meksiko, tempat cabai ini lahir dan dinamai.

Nama jalapeno secara harfiah berarti "dari Jalapa," merujuk pada Xalapa (atau Jalapa), ibu kota Veracruz, Meksiko, di mana cabai ini secara tradisional dibudidayakan. Secara botani, jalapeño termasuk dalam spesies Capsicum annuum, varietas yang sama dengan paprika dan cabai rawit. Namun, asal-usul budidayanya merentang jauh ke belakang, di mana peradaban Aztec dan bangsa-bangsa Mesoamerika lainnya telah menggunakan cabai ini, yang dahulu sering disebut Cuaresmeño. Cabai ini tidak hanya digunakan sebagai bahan makanan utama, tetapi juga memiliki peran dalam ritual dan pengobatan tradisional kuno.

Penyebaran dan pengakuan dunia terhadap cabai ini adalah kisah adaptasi dan perdagangan. Setelah Columbian Exchange (pertukaran global pasca-1492), cabai ini dibawa ke seluruh dunia oleh penjelajah Spanyol. 

Meski demikian, jalapeño butuh waktu lama untuk mencapai popularitasnya saat ini, terutama di luar Amerika Latin. Baru pada abad ke-20, melalui industrialisasi pertanian dan popularitas masakan Tex-Mex di Amerika Serikat, jalapeno diangkat menjadi fenomena kuliner global. 

Informasi mendalam mengenai evolusi dan taksonomi cabai ini, termasuk data sejarah budidayanya, sangat didukung oleh institusi riset khusus cabai seperti New Mexico State University Chile Pepper Institute (cpi.nmsu.edu).

Asal-Usul Kuno dan Nama Lokal

Jalapeno adalah salah satu varian cabai tertua yang dibudidayakan. Diperkirakan, budidaya cabai Capsicum annuum telah dilakukan lebih dari 7.000 tahun yang lalu di Amerika Tengah dan Selatan. Di Veracruz, area di sekitar Sungai Papaloapan dan kota Xalapa, adalah pusat awal budidaya komersialnya. 

Penamaan jalapeno adalah penghormatan geografis terhadap wilayah tersebut. Cabai ini dihargai karena tingkat kepedasannya yang moderat, biasanya berkisar antara 2.500 hingga 8.000 unit pada Skala Scoville (SHU), menjadikannya dapat dinikmati oleh khalayak luas dibandingkan cabai super pedas lainnya.