POLA JABAR - Kacang tanah telah lama menjadi camilan favorit masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang gurih dan harganya yang terjangkau, kacang tanah juga kaya akan protein, lemak sehat, dan serat. Namun, sebagaimana pepatah mengatakan bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, kacang tanah pun menyimpan risiko kesehatan jika dikonsumsi tanpa kendali.

Merujuk pada data kesehatan dari laman Healthline, terdapat beberapa poin krusial yang perlu diperhatikan mengenai dampak negatif konsumsi kacang tanah dalam porsi yang ekstrem. Berikut adalah ulasan detailnya.

1. Risiko Kontaminasi Aflatoksin

Salah satu ancaman yang paling serius namun jarang disadari adalah kontaminasi aflatoksin. Aflatoksin merupakan zat beracun yang diproduksi oleh jamur Aspergillus flavus yang sering tumbuh pada kacang tanah, terutama yang disimpan di lingkungan yang lembap dan hangat.

Meskipun produsen pangan melakukan penyaringan ketat, konsumsi kacang dalam jumlah besar meningkatkan risiko paparan zat ini. 

Gejala keracunan aflatoksin meliputi hilangnya nafsu makan dan perubahan warna mata menjadi kuning, yang dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan hati hingga kanker hati.

2. Menghambat Penyerapan Mineral Akibat Asam Fitat

Kacang tanah mengandung senyawa yang disebut asam fitat atau phytates. Senyawa ini sering dijuluki sebagai "anti-nutrisi" karena kemampuannya mengikat mineral penting di dalam saluran pencernaan.

Jika Anda mengonsumsi kacang tanah secara berlebihan, asam fitat dapat menghambat penyerapan zat besi, seng (zinc), dan kalsium oleh tubuh.