POLA JABAR – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memastikan pasokan hewan kurban untuk menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah berada dalam kondisi yang sangat mencukupi. Mengacu pada data mutakhir dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), ketersediaan sebagian besar jenis hewan ternak di wilayah pasundan ini mengalami grafik kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan musim kurban tahun lalu.

Sebagai rincian, jumlah persediaan domba untuk tahun ini diestimasikan menembus angka 223.812 ekor. Angka pemenuhan tersebut tercatat mengalami lompatan besar jika disandingkan dengan kuota tahun lalu yang hanya berada di angka 187.395 ekor.

Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, memaparkan bahwa tren positif serupa juga terjadi pada sektor komoditas sapi. Kuota pengadaan sapi tahun ini sukses menyentuh angka 120.916 ekor, meningkat pesat dari pencapaian tahun lalu yang mentok di angka 99.565 ekor.

Untuk kategori hewan kerbau, grafik kenaikan terjadi sangat drastis dari yang semula hanya 336 ekor pada tahun lalu, kini melonjak hingga menyediakan stok sebanyak 700 ekor. Di sisi lain, komoditas kambing justru mengalami koreksi minor dari 63.319 ekor pada tahun lalu menjadi 61.578 ekor pada tahun ini.

Melimpahnya pasokan pangan asal ternak pada periode ini salah satunya dipengaruhi oleh adanya sisa stok hewan kurban dari tahun lalu yang belum habis terjual oleh para peternak.

Langkah preventif guna mengawal lalu lintas perdagangan komoditas ini sejatinya telah digulirkan secara intensif sejak awal Januari tahun ini.

Pihak otoritas veteriner setempat melakukan penyaringan ketat terhadap administrasi ternak, mulai dari pengecekan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) hingga jaminan bahwa seluruh hewan wajib terbebas dari ancaman virus lewat pemberian vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Petugas di lapangan juga bergerak masif mendatangi sentra-sentra penjualan untuk memastikan proteksi kesehatan hewan secara riil di lokasi.

"Saat ini pemeriksaan hewan kurban masih dilakukan dengan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi lapak penjualan hewan kurban dan kandang-kandang peternak. Melihat langsung kondisi kesehatan ternak, kemudian diberi stiker tanda sehat kurban sebagai tanda telah diperiksa," kata Linda, Rabu (20/5/2026).