POLA JABAR – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, suasana batin umat Muslim biasanya bercampur antara bahagia menyambut Idul Fitri dan sedih harus berpisah dengan bulan penuh ampunan.
Rasulullah SAW dan para sahabat pun merasakan kesedihan yang mendalam saat Ramadan akan berlalu.
Ada sebuah doa khusus yang diajarkan oleh Baginda Nabi agar Ramadan tahun ini bukanlah menjadi yang terakhir bagi kita, melainkan menjadi jembatan untuk bertemu kembali di tahun-tahun mendatang.
Berikut adalah ulasan mengenai makna perpisahan dengan Ramadan dan lafal doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW:
1. Makna Perpisahan Ramadan bagi Rasulullah SAW
Bagi Rasulullah SAW, Ramadan bukan sekadar kewajiban menahan lapar dan dahaga, melainkan tamu agung yang membawa keberkahan tanpa batas. Beliau mengajarkan bahwa setiap detik di akhir Ramadan sangatlah berharga, sehingga beliau lebih mengencangkan ikat pinggang dalam beribadah (i'tikaf) dan memanjatkan doa agar segala amal saleh selama sebulan penuh tidak sia-sia.
2. Lafal Doa Perpisahan Ramadan
Dalam sebuah riwayat dari Jabir bin Abdillah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca doa ini di hari terakhir Ramadan, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan; menjumpai Ramadan tahun depan atau mendapat ampunan dan rahmat Allah."
Berikut adalah bacaan doanya: