Opini ditulis oleh Dr. Mohamad Rudiana, S.Sn., M.Sn, Dosen Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung dan Wakil Ketua DPD Pappri Jawa Barat

POLA JABAR - Sejak berdirinya DPD Pappri Jawa Barat pada tahun 1994 silam, merupakan tonggak bersejarah bagi Pappri di Jawa Barat.  

Dalam perkembangannya,  Pappri DPD Jabar mengalami pasang surut,  dinamika seperti ini dalam sebuah organisasi  merupakan  hal  yang rasional dan logis, namun DPD Pappri Jawa Barat tetap optimis dan yakin  bahwa Pappri  di Jabar harus tetap eksis dan “Berjaya di Tanah Pasundan”. 

Beberapa tokoh yang tercatat pernah menduduki sebagai ketua  DPD Pappri Jabar di antaranya, Bucky Wikagoe pada tahun 1994 sampai dengan 2008. 

Kemudian dilanjutkan leh Deny Reginus tahun 2008 sampai dengan 2016. Lalu, H. Dose Hudaya pada tahun 2016 sampai dengan 2022. Dan sejak tahun 2022 hingga saat ini, DPD Pappri Jawa Barat diketuai oleh Rd. Gunawan Sumadikara.

Pada saat itu, banyak prestasi yang telah dicapai terutama yang berhubungan dengan ekosistem industri musik, misalnya mengenai pembajakan dan membantu LMK lain dalam memperjuangan hak ekonomi para pelaku seni yang berkiatna dengan industri musik.

Pada tahun 2016 di bawah kepemimpinan Almarhum Bapak H. Dose Hudaya, Pappri Jabar mulai menggeliat kembali, tentu saja hal ini didorong oleh keinginan dan kerja keras para anggota serta kegigihan dari Almarhum Bapak Dose sebagai ketua DPD Pappri Jawa Barat untuk menumbuh kembangkan Pappri di Jawa Barat. 

Beberapa program baik yang terintregrasi dengan program DPP maupun program yang digagas oleh DPD Jawa Barat telah dlaksanakan pada periode ini.  

Program yang terintegrasi dengan DPP di antaranya, Pelatihan Asesor Musik, Sertifikasi Profesi Musik dan pengurusan Royalty (Hak Terkait)  melalui LMK PAPPRI,  namun untuk pendaftaran LMK terkait (royaltI)  sampai saat ini belum dibuka kembali sejak tahun 2017.