POLA JABAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keindahan dan ketertiban ruang publik. Langkah terbaru difokuskan pada penataan kawasan Cicadas, yang juga diproyeksikan sebagai bagian dari jalur lintasan Bus Rapid Transit (BRT) masa depan.
Upaya ini bertujuan untuk menciptakan suasana perkotaan yang lebih tertib, nyaman, dan bebas dari kesan kumuh, terutama di titik-titik strategis yang akan menjadi urat nadi transportasi massal di Kota Kembang.
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Bandung, Yayan Ruyandi, menegaskan bahwa tindakan yang diambil pihaknya bukanlah penggusuran paksa secara besar-besaran. Fokus utama petugas saat ini adalah mengevakuasi sarana berjualan yang sudah ditinggalkan pemiliknya.
“Hal yang kita lakukan kemarin adalah pengangkutan roda atau lapak yang sudah tidak digunakan untuk berjualan. Totalnya ada 16 roda, diangkut dalam dua tahap masing-masing delapan roda,” kata Yayan saat dikonfirmasi, Selasa 21 April 2026.
Operasi pembersihan ini dilaksanakan dalam dua fase, yakni pada tanggal 8 April dan 20 April 2026. Sebanyak satu peleton personel atau sekitar 30 anggota Satpol PP dikerahkan untuk mengangkut material lapak agar kawasan tersebut kembali rapi dan memiliki nilai estetika yang baik bagi pejalan kaki maupun pengendara.
Penataan ini memiliki kaitan erat dengan pengembangan transportasi publik di Kota Bandung. Kawasan Cicadas di Kecamatan Cibeunying Kidul merupakan salah satu dari 12 kecamatan yang akan dilintasi oleh jalur BRT. Meski demikian, Yayan menekankan bahwa proses penertiban secara menyeluruh masih mengikuti tahapan aturan yang berlaku.
“Saat ini baru sampai surat peringatan kedua (SP2). Penertiban menyeluruh akan dilakukan setelah SP3 diterbitkan dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kota mengedepankan aspek legalitas dan prosedur formal sebelum melakukan tindakan fisik yang lebih luas di sepanjang jalur transportasi tersebut.
Salah satu poin penting dalam penataan di Cicadas adalah ketiadaan konflik di lapangan. Keberhasilan pengangkutan lapak ini tidak terlepas dari proses dialog yang intensif antara petugas dengan pihak kewilayahan serta komunitas pedagang setempat.